Perhitungan HPP Manufaktur Tekstil dan Garment Terintegrasi
Industri manufaktur tekstil, konveksi, dan garment membutuhkan ketelitian ekstra dalam menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP) Manufaktur. Variasi ukuran (S/M/L/XL), pola pemotongan kain (marker ratio), penggunaan aksesoris mikro (benang, kancing, zipper, label), serta tarif jahit borongan maupun harian membuat perhitungan manual di Excel rawan keliru.
---
Rumus Dasar HPP Garment & Tekstil
```
HPP per Pcs Pakaian = (Konsumsi Kain × Harga Kain) + Total Aksesoris + Upah Jahit + Alokasi Overhead Pabrik
```
Elemen Biaya Garment:
- Direct Material (Kain Utama): Dihitung berdasarkan consumption per garment ditambah estimasi marker wastage (misal: 1,4 yard per kemeja + 8% waste potongan).
- Accessories (Bahan Penolong): Kancing, zipper, benang jahit, interlining (kain keras), hangtag, polybag.
- Direct Labor (BTKL): Upah cutting, sewing, finishing, ironing, dan QC.
- Overhead Pabrik (BOP): Listrik mesin jahit industri, sewa gedung pabrik, depresiasi mesin potong/bordir, serta biaya jarum/oli mesin.
---
Tabel Simulasi Perhitungan HPP 1 Lusin (12 Pcs) Kemeja Katun
| Komponen | Spesifikasi & Kuantitas | Total Biaya (IDR) |
| :--- | :--- | :--- |
| Kain Katun | 18 Yard @ Rp 35.000/yard (Inc. Waste 10%) | Rp 630.000 |
| Aksesoris | 144 Kancing, Benang, Label, Polybag | Rp 72.000 |
| BTKL Sewing | Upah jahit borongan (12 pcs @ Rp 15.000) | Rp 180.000 |
| BTKL Finishing | Setrika uap & QC (12 pcs @ Rp 3.000) | Rp 36.000 |
| Overhead Pabrik | Listrik & Depresiasi Mesin Jahit | Rp 42.000 |
| Total HPP Batch | 1 Lusin Kemeja (12 Pcs) | Rp 960.000 |
Maka HPP per Pcs Kemeja = Rp 960.000 / 12 = Rp 80.000 / pcs.
---
Keunggulan Menggunakan ERP Manufaktur Tekstil
Mengelola produksi tekstil skala besar tanpa ERP sering memicu masalah serius:
- Tumpukan Kain Sisa (Fabric Roll Tracking): Sulit mengetahui sisa kain dalam gulungan roll di gudang.
- Miss-calculation Size Matrix: Penggunaan kain untuk ukuran XL tentu lebih banyak dibanding ukuran S.
Dengan Operasy ERP Manufacturing:
- Matrix Style & Color BOM: Atur variasi warna dan ukuran dalam satu BOM dinamis.
- Pelacakan Roll & Lot: Catat penggunaan kain hingga tingkat roll nomor lot untuk cegah perbedaan gradasi warna (lot shade mismatch).
- Auto Costing per Work Order: Sistem menghitung HPP aktual begitu proses cutting & sewing diselesaikan di lantai pabrik.
Jelajahi fitur modul di ERP Manufaktur Operasy atau cek harga lisensi di Paket Harga Operasy.
FAQ
Bagaimana menghitung kain sisa potongan (fabric wastage) dalam HPP garment?
Fabric wastage (biasanya 5% - 12%) ditambahkan ke dalam rasio konsumsi bahan mentah per kemeja/pakaian pada BOM sehingga HPP menyerap biaya kain sisa tersebut.
Bagaimana menghitung ongkos jahit per borongan ke HPP?
Upah jahit borongan per pcs langsung dikategorikan sebagai Biaya Tenaga Kerja Langsung (BTKL) dan ditambahkan secara proporsional per work order.
Lanjut eksplorasi
Lihat landing industri terkait atau bandingkan paket harga.